SEBATANG ROKOK UNTUK PACARKU
Sebatang rokok untuk pacarku Kikuk kaku orang-orang berpencar Setelah nur Tuhan berpendar Dingin menyata menyayat Semakin tubuh olehnya dilumat Dibangku depan toko Aku menawarkan rokok Pada pacarku si manis lucu Berhadap tatap lugu Sembari muka malu-malu Pacarku menerima tawaran layu Ia menggapai bungkus kretekku Mengambil perlahan batang satu mengapit dikedua jari : sebatang Meletakannya di bibir gersang Terhenyak hatinya seketika sadar Bagaimana tembakau ini akan terbakar Sedang tak ada nyala pembuat kobar? Matanya melorot kanan Kepalanya menengok kiri meja Menanyakan keberadaan mancis sialan Apakah kau punya bara? Aku menatap wajahnya Inginmu jumlah berapa? Ia jawab manis senyum Cukup satu saja Aku tak mau muluk melulu Bagiku satu segalanya Mengapa hanya satu? Aku punya banyak mancis disini Silahkan pilih sesuka hati Mudah saja mencari kembali bagiku Untuk apa kau punya banyak Bila kadar api tetaplah begitu?